Kamis, 03 Agustus 2017 0 komentar

Rosita dan Pemberitaan Media Soal Bunuh Diri

Rosita (16), remaja yang baru saja lulus dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Tumpang ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya di Dusun Glendangan, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017) sekira pukul 05.00 WIB. Almarhum pertama kali ditemukan tewas oleh ibunya, Wijiyati yang akan membangunkannya.
Selasa, 13 Juni 2017 0 komentar

Kisah Dibalik Masjid Bedjo yang Berkiblat ke Tiongkok

MALANG - Masjid KHM Bedjo Dermoleksono yang berdiri di komplek Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) memiliki arsitektur unik bergaya Tiongkok. Masjid ini pertama kali dibangun pada 2009 dan sudah dapat dimanfaatkan sebagai tempat sembahyang umat Islam pada 2010 lalu.
Rabu, 24 Mei 2017 0 komentar

Tentang Kekalahan dan Wasit Liga 3

Ofisial dan pemain Persikoba Batu langsung mengerubuti wasit Ahmad Sajidin usai dia meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Mereka merasa tidak puas dengan kepemimpinan wasit asal Gresik ini dalam laga tandang menghadapi tuan rumah Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, (17/5/2017) petang lalu.
Selasa, 28 Maret 2017 0 komentar

4 Tradisi Sebelum dan Sesudah Nyepi di Buleleng

Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian.

Saat Nyepi tidak ada aktivitas yang dilakukan. Termasuk semua kegiatan di Bali ditiadakan. Di tempat umum hanya ada pecalang yang bertugas untuk menjaga Nyepi dan memastikan tidak ada warga yang beraktivitas. Kalaupun ada warga yang kedapatan beraktivitas saat Nyepi akan dikenakan sanksi adat.

Jumat, 27 Januari 2017 0 komentar

Kisah Hok Liang Pembuat Kue Keranjang

Hoak Liang mengukus kue keranjang di dalam dandang besar di dapur rumahnya
Jalan Pulau Sumba Gang II Nomor 11, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja,
Buleleng, Kamis (26/1).
Hok Liang (60) bersama anak lelakinya, Nyoman Sukiada (23) mengukus kue keranjang di dalam dandang besar di dapur rumahnya Jalan Pulau Sumba Gang II Nomor 11, Kelurahan Kampung Baru, Singaraja, Buleleng, Kamis (26/1). Dua hari menjelang Tahun Baru Imlek 2568 Kongzili Sabtu (28/1) pesanan kue keranjang masih saja berdatangan.

Pria paruh baya ini merupakan generasi ketiga keluarganya yang masih tetap membuat kue yang biasa dijadikan sesajen saat persembahyangan Imlek ini. Di lingkungannya, keluarganya juga dikenal sebagai pembuat kue keranjang tertua karena sudah turun temurun. Bagi dia membuat kue keranjang tidak semata untuk meraup keuntungan, tetapi juga melestarikan tradisi keluarganya yang tidak boleh terputus.

Sabtu, 21 Januari 2017 0 komentar

Senangnya Resky Bertemu Jrx SID Setelah Bersepeda Ribuan Kilometer Malang-Bali

Resky (kiri) bersama teman-temannya bersepeda menyusuri Jalan Ahmad
Yani, Singaraja, Jumat (20/1). FOTO: LUGASWICAKSONO
Resky (19) bersama lima temannya bersepeda menyusuri jalanan protokol Kota Singaraja, Buleleng, Jumat (20/1). Mengenakan kaus hitam, bercelana pendek, bersepatu dengan kaus kaki selutut dan bertopi hitam, remaja ini tampak santai mengendarai sepeda lowrider miliknya.

Pagi itu, ia akan bersepeda menuju Kota Denpasar dan Badung setelah sehari berada di Kota Singaraja sejak Kamis (19/1). Saat di Singaraja, ia bersama teman-temannya beraktivitas membersihkan Pantai Indah bersama Jrx SID dan puluhan aktivitas lingkungan lainnya. Petangnya, mereka menyaksikan sembari bernyanyi bersama Jrx SID di Sasana Budaya Singaraja dalam rilis album grub band Relung Kaca.
Jumat, 30 Desember 2016 0 komentar

Matinya Tiga Prajurit Rendahan 2


Tengah malam selesai menulis dan mengirim berita tentang tewasnya tiga tentara tertimbun longsoran tanah di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng aku membayangkan yang indah-indah. Aku membayangkan beritaku di koran esok akan dijadikan single fokus memenuhi HL 1. Aku lalu tidur bersama dua temanku lain di kamar kosku.

Pagi sekali aku bangun dari tidur dan langsung membeli koran karena saking penasarannya dengan pemberitaan tiga anggota tentara yang tewas. Eeehhhh... ternyata pemberitaan di koran tempat saya bekerja jauh dari ekspektasi. Memang muncul di HL 1 tetapi bukan single fokus dan hanya berita kecil saja yang seakan diselipkan di kiri bawah halaman.

0 komentar

Matinya Tiga Prajurit Rendahan

Sore tadi menjelang Magrib aku sebenarnya sedang bersantai menonton televisi bersama seorang teman sembari minum kopi dan merokok di kamar kos pinggiran Kota Singaraja. Tetapi telepon dari seorang kolega membuyarkan kesantaianku yang belum sampai satu jam setelah kuselesai menulis berita untuk hari ini.

Kolegaku tadi mengabarkan tentang tiga anggota tentara yang tewas tertimbun longsor di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Buleleng. Ah malasnya aku karena lokasi yang cukup jauh, sekitar 40 kilometer dari Kota Singaraja tempatku bermukim atau 1,5 jam perjalanan melintasi jalan perbukitan yang curam. Apalagi malam-malam dengan hawa yang dingin.

Minggu, 25 Desember 2016 0 komentar

Yuk Jadi Jurnalis yang Adil Sejak dalam Pikiran

Pagi tadi saya sudah persiapkan untuk meliput Misa Natal, Minggu (25/12). Pukul 07.54 saya berangkat dari kos di Jalan Laksamana, Baktiseraga mengendarai sepeda motor menuju Gereja Katolik Santo Paulus di Jalan Kartini Singaraja yang sesuai jadwal mulai melaksanakan Misa Natal pukul 08.00. Saya memulai peliputan dengan mengambil foto, mendengarkan pastur, berbincang dengan jemaat, mengamati suasana untuk dijadikan beberapa angle berita.

Saya yang kebetulan dilahirkan sebagai seorang Muslim tidak hirau dengan Fatwa MUI yang menyatakan haram turut berpartisipasi dalam perayaan Natal. Sebagai seorang jurnalis, saya harus independen dan melepaskan seluruh identitas apapun yang melekat dalam diri saya selain identitas jurnalis. Agama saya saat menjalankan kerja jurnalistik adalah jurnalisme, seperti judul buku yang ditulis Andreas Harsono.

Sabtu, 17 Desember 2016 0 komentar

Kisah Tentang Eko Patrio, Berita Hoax dan Jurnalis

Kisah tentang Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio yang dipanggil Bareskrim Mabes Polri menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir ini. Anggota DPR RI yang juga seorang artis itu diminta polisi untuk mengklarifikasi pernyataannya di media online yang menyebut bahwa penangkapan teroris bom panci oleh polisi di Bekasi adalah pengalihan isu.

Di berita online tertulis pernyataan Eko yang menyebut penangkapan teroris beserta barang bukti bom panci adalah skenario yang dilakukan polisi untuk mengalihkan isu dugaan penistaan agama oleh Ahok. Polisi memanggil Eko pada Kamis (14/12/2016) sebagai saksi dugaan tindak pidana kejahatan terhadap Penguasa Umum Pasal 207 KUHP, dan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. Baca: Gara-gara Bilang Pengungkapan Teroris Pengalihan Isu Kasus Ahok, Eko Patrio Diperiksa Polisi
Minggu, 04 Desember 2016 0 komentar

Kisah Jembatan di Kampung Singaraja


Horeee... sudah ada jembatan baru yang menghubungkan Kelurahan Kampung Singaraja dengan sebuah pemukiman di Desa Sari Mekar, Buleleng, Bali. Pagi tadi, saya bersepeda motor santai untuk membeli koran dan sarapan blayag mampir di lokasi jembatan baru itu. Saya lihat dan berbincang dengan warga, mereka senang. Anak-anak kecil yang libur sekolah berlarian di atas jembatan.
Senin, 28 November 2016 0 komentar

Apa Kabar Korban Penggusuran dan Pembakaran di Danau Tamblingan?

Nengah Semen (62), seorang korban penggusuran Danau Tamblingan kini tinggal menumpang di rumah anaknya di Banjar Dinas Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Meski sudah lebih dari setahun berlalu, peristiwa penggusuran disertai pembakaran pasa 25 April 2015 lalu itu tidak akan pernah ia bisa lupakan.
Minggu, 27 November 2016 2 komentar

Ketut Sekar Pengrajin Wayang Kulit di Desa Nagasepaha Rindu Dikunjungi Turis

Ketut Sekar (67) dengan telaten mewarnai wayang kulit Kresna di teras rumahnya di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Nagasepaha, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (24/11). Ia penuh hati-hati menggoreskan tinta kuning di sela ukiran wajah Kresna.

Sudah 50 tahun pria renta ini menjadi pengrajin wayang kulit sejak beralih dari pelukis wayang kaca yang telah ditekuninya sejak kecil. Ketika itu ia memutuskan beralih karena matanya sudah tidak tahan mengkukir wayang di atas kaca dengan jarak mata dengan kaca yang cukup dekat.
Sabtu, 12 November 2016 0 komentar

Berburu Liar Jalak Bali Sama Saja Menenggelamkan Pulau Bali

Kicauan burung Jalak Bali saling bersahutan di lingkungan Unit Pelaksana Khusus (UPK) Pembinaan Populasi Jalak Bali Balai Taman Nasional Bali Barat di Dusun Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (11/11/2016). Kawasan seluas satu hektar yang sering disebut penangkaran Jalak Bali ini begitu teduh dengan rerimbunan pepohonan di sekeliling kandang-kandang burung.
Selasa, 11 Oktober 2016 0 komentar

Apa Beda Wartawan dengan Buzzer?

Beberapa bulan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 situasi semakin riuh oleh pendukung masing-masing pasangan calon (paslon) kepala daerah. Tidak saja Pilkada di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang mendapat porsi pemberitaan lebih dari media, tetapi di daerah-daerah lain para pendukung paslon tidak kalah riuh.
Senin, 26 September 2016 0 komentar

No Money, Bubuk..

Siang di seberang Terminal Sangket sekelompok orang bercengkerama di dalam sebuah warung dagang laklak. Warung berdinding triplek, berjendela anyaman kawat dan beratap seng itu setidaknya mampu melindungi mereka dari sengatan terik matahari.
Sabtu, 30 Januari 2016 0 komentar

Krama Desa Sidatapa Pertahankan Bangunan Rumah Adat Bertembok Tanah Liat

Rumah-rumah berdinding tanah liat masih berdiri kokoh di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar Buleleng. Rumah adat bernama Bale Gajah Tumpang Salu itu dengan mudah dapat ditemui di pinggir jalan desa yang berada di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut itu. Meski berada di pinggir jalan, rumah-rumah itu justru menghadap membelakangi jalan.

Selasa, 21 Juli 2015 0 komentar

PENGGUNAAN UNSUR FIKSI DALAM BUKU JURNALISME SASTRAWI: ANTOLOGI LIPUTAN MENDALAM DAN MEMIKAT

Nurul Komariyah*) e-mail: telagakata@yahoo.com
Roekhan*)
Moch. Syahri*)
Universitas Negeri Malang, Jln. Semarang 5 Malang

ABSTRACT: This research is intended to (1) provide the use of fictional elements in the writing of news text, (2) describes the functions of the use fictional elements in the writing of news text. This research is literature review with approach of text analysis. Data is collected from units of speech cited from the texts reflecting fictional elements and their functions. The result of the research comprises two main issues as follows: (1) there are six fictional elements, namely event, flow, characters and characterizations, setting, point of view, and dialogue used by journalists to write news in many ways, and (2) there are three functions in the use of fictional elements in news text, namely to clarify and emphasize the topic, to strengthen the dramatic value in delivering the news, and to liven up the readers imagination. Keywords: fictional elements, literary journalism, report anthology.

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk (1) memerikan penggunaan unsur-unsur fiksi pada penulisan teks berita, (2) mendeskripsikan fungsi penggunaan unsur-unsur fiksi pada teks berita. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dengan pendekatan analisis teks. Data dikumpulkan dari unit-unit tuturan yang dikutip dari teks yang mencerminkan unsur fiksi dan fungsinya. Hasil penelitian adalah: (1) terdapat enam unsur fiksi yakni peristiwa, alur, tokoh penokohan, setting, sudut pandang dan dialog yang digunakan jurnalis untuk menulis berita dengan berbagai cara, (2) terdapat tiga fungsi penggunaan unsur fiksi dalam teks berita yaitu untuk memperjelas dan mempertegas topik, untuk menguatkan nilai dramatis pengisahan berita, dan untuk menghidupkan imajinasi pembaca.
Kata kunci: unsur fiksi, jurnalisme sastra, antologi liputan.
Selasa, 02 Desember 2014 0 komentar

Bocah SD Ini Harus Kerja Dulu Demi Uang Saku Rp 1.500


SINGARAJA - Gede Radiasa (11) usai mengerjakan pesanan bokor (tempat sesajen) di rumah tetangganya ketika ditemui di rumahnya di Banjar Kawanan, Desa Menyali, Kecamatan Sawan, Kamis (27/11) siang. Aktivitas tersebut seringkali dilakukannya setiap pulang sekolah.
Senin, 01 Desember 2014 0 komentar

Makan Sekali Sehari untuk Berhemat

SINGARAJA - Ketut Sadiada (40) berjalan terpincang di rumahnya Banjar Kajekauh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng, Minggu (24/11/2014). Sudah sejak 15 tahun kaki dan tangan kanannya tidak dapat berfungsi normal. Tepatnya setelah mengalami kecelakaan ketika mengendarai sepeda motor saat masih bekerja sebagai satpam di Denpasar.
lugaswicaksono.blogspot.com
 
;