Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 28 Maret 2017 0 komentar

4 Tradisi Sebelum dan Sesudah Nyepi di Buleleng

Hari Raya Nyepi adalah Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi dan melaksanakan catur brata penyepian.

Saat Nyepi tidak ada aktivitas yang dilakukan. Termasuk semua kegiatan di Bali ditiadakan. Di tempat umum hanya ada pecalang yang bertugas untuk menjaga Nyepi dan memastikan tidak ada warga yang beraktivitas. Kalaupun ada warga yang kedapatan beraktivitas saat Nyepi akan dikenakan sanksi adat.

Minggu, 27 November 2016 2 komentar

Ketut Sekar Pengrajin Wayang Kulit di Desa Nagasepaha Rindu Dikunjungi Turis

Ketut Sekar (67) dengan telaten mewarnai wayang kulit Kresna di teras rumahnya di Banjar Dinas Delod Margi, Desa Nagasepaha, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Kamis (24/11). Ia penuh hati-hati menggoreskan tinta kuning di sela ukiran wajah Kresna.

Sudah 50 tahun pria renta ini menjadi pengrajin wayang kulit sejak beralih dari pelukis wayang kaca yang telah ditekuninya sejak kecil. Ketika itu ia memutuskan beralih karena matanya sudah tidak tahan mengkukir wayang di atas kaca dengan jarak mata dengan kaca yang cukup dekat.
Sabtu, 12 November 2016 0 komentar

Berburu Liar Jalak Bali Sama Saja Menenggelamkan Pulau Bali

Kicauan burung Jalak Bali saling bersahutan di lingkungan Unit Pelaksana Khusus (UPK) Pembinaan Populasi Jalak Bali Balai Taman Nasional Bali Barat di Dusun Tegal Bunder, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (11/11/2016). Kawasan seluas satu hektar yang sering disebut penangkaran Jalak Bali ini begitu teduh dengan rerimbunan pepohonan di sekeliling kandang-kandang burung.
Sabtu, 30 Januari 2016 0 komentar

Krama Desa Sidatapa Pertahankan Bangunan Rumah Adat Bertembok Tanah Liat

Rumah-rumah berdinding tanah liat masih berdiri kokoh di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar Buleleng. Rumah adat bernama Bale Gajah Tumpang Salu itu dengan mudah dapat ditemui di pinggir jalan desa yang berada di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut itu. Meski berada di pinggir jalan, rumah-rumah itu justru menghadap membelakangi jalan.

Rabu, 26 Juni 2013 5 komentar

Mengunjungi Dua Kampung Islam di Bali

(Original Version)


Awal masuknya Islam dibali tidak dapat dilepaskan dari dua kampung Islam yang menjadi tombak sejarah Islam di Bali, yaitu Kampung Lebah, dan Kampung Kecicang Islam.


Bali terkenal sebagai kota wisata. Hampir wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung untuk menikmati berbagai keindahan dan adat istiadat yang menjadi daya tarik tersendiri. Sebagian besar penduduk Bali beragama Hindu. Nuansa agama Hindu sangat kental di pulau ini, namun dibalik kentalnya agama Hindu, terdapat beberapa kampung Islam yang berkembang pesat di Pulau Seribu Pura ini, meskipun hanya menjadi penduduk mayoritas kedua, namun Islam di Bali menghadirkan keragaman bagi pulau dewata ini. Sejarah masuknya agama Islam di bukan hal baru terjadi, namun sudah sejak masa kerajaan dahulu. Ada beberapa kampung muslim yang berada di Bali, salah satunya Kampung Lebah dan Kampung Kecicang. Dua kampung Islam yang mempunyai keunikan tersendiri. Istilah kata “Kampung’’ di kawasan Bali identik dengan pemukiman Muslim.

0 komentar

Tari Rudat Kecicang Islam - Kesenian Islam Khas Nusantara





lugaswicaksono.blogspot.com
 
;